APA ERTINYA MERDEKA KALAU RAKYATNYA HIDUP MASIH MISKIN TEGAR



OLEH: NURLIYANA ABDULLAH
Sunday Sept 25/2016


BERTAHUN  dalam abad kita merdeka dan Allah sendiri menganugerahi bumi kita dengan segala macam hasil yang cukup kaya dan hebat.

Baik di daratan, lurah, gunung bukit hingga ke perut bumi dan dasar lautan ada saja hasil bumi yang cukup hebat dan itu tanda kasih Allah sama kita.

Tetapi apa saja yang terjadi? Sayang sekali mereka yang kita amanahkan dengan undi lima tahun sekali merakus segala khazanah negara kesan pemberian Allah itu dan di situ hutan mereka botakkan menjadi padang jarang padang menekukur.

Bukit mereka runtuhkan dan bumi mereka korek angkut segala tembaga mungkin emas dan laut digerudi didapatkan emas hitamnya dan ringgit mereka simpan di luar negera untuk anak bini suku sakat dan keturunan berjuta tahun nanti.

Begitulah orang kita dan kita orang yang jenis tamak haloba tidak boleh diharap menjadi pemimpin negara bangsa.

Mereka itu ada antaranya bukan asal di bumi ini tetapi samalah perangai mereka semacam Belanda minta tanah dan akhirnya merekalah bak tuan tanah kedawung yang rakus tamak dan khianat terhadap amanah yang diberi.

Orang-orang kita yang sama memimpin negara saling saja salah tingkah kata-katanya dan mereka itu kalangan badut-badut yang mengampu bodek membototi atasan dengan segala macam puji meski mereka tahu yang berkenaan adalah manusia yang bersahabat dengan syaitan-syaitan  yang menyesatkan anak adam.

Harta yang kamu kumpul duhai pemimpin adalah gunung-gunung yang bakal berterbangan dan jatuh di pundak kamu sendiri seperti gambaran kala kiamat nanti.

Serentak itu, saya siap bertanya apakah kita ini benar-benar merdeka atau merdeka itu hanyalah permainan kata yang kala disebut indahnya bukan main sedang diri masih dijajah?

Kita fikirlah sendiri kala pagi ini sebagai ulaman sebelum memulakan kerja sebentar tadi.