KENAPA MEALYU BUKA RESTORAN TIDAK TAHAN LAMA SEBAB PELAYANNYA TIDAK HORMAT PELANGGAN


Tuesday December 15.2015

CORETAN ISMAILY BUNGSU

MACAM INI BEST.....Pekayan macam ini baru best memang penuh restoran saban hari.....Gambar The Sabah Insider


DUA hari lalu saya makan di restoran Melayu dan bila saya duduk sekitar 15 minit barulah pelayan datang, itupun setelah saya panggil.

Ketika pelayan datang, ia tanya saya mahu minum apa dan saya katakan “kelapa” dan ketika saya bertanya matanya memandang ke arah lain dan saya mula tidak senang hati.
 
Sesudah itu lalu dia menatap wajah saya dan bertanya lagi soal apa yang saya mahu dan saya kata “kelapa” itu kali kedua dan kemudian saya kata lagi minta saya SUP daging. Lalu dia beredar.

Sayapun asyik bercerita dengan teman saya soal politik dan dunia penulisan, lalu pelanggan tadi datang dan tanya lagi soal kelapanya apakah perlu gelas atau bagaimana dan saya jawab bawa saja kelapa itu.

Saya mula geram dan dia tanya lagi.
“ makannya apa tadi?” tanyanya
“ Sup daging”
Daging tak ada ” katanya sambil ramai yang perhatikan termasuk taukehnya dan segan pula diperhatikan dan kemudian pelayan itu tanya lagi apakah saya mahu ais batu untuk dibubuh di kelapa itu atau bagaimana.

Bila dia asyik memotong perbicaraan kami dan saya mula panas dan marah dan mengatakan apakah dia itu kurang pendengaran atau memang tak faham bahasa. Terkelip-kelip matanya dan memang saya marah sangat. Saya memang jarang marah tetapi kasus itu saya agak sedikit marah.
 
Tiba-tiba taukehnya datang dan mengatakan sup daging tiada dan yang ada hanyalah tomyam ayam dan kesan sayapun memang lapar maka saya katakan hantar apa saja yang ada ada tolak batu.

Nah, begitulah keadaannya dan tentunya kita sudah cukup mengerti yang saya jelaskan adalah antaranya kenapa Melayu kekadang susah sangat maju kesan layanan yang tidak baik.

Pernah saya makan di kedai kaling dan tika saya makan nasinya agak basi dan saya panggil taukehnya dan katakan nasi itu basi dan harus yang sisa dibuang dan kemudian ia gantikan dengan yang baru dimasak dan ia percumakan tetapi saya enggan.

Sambil itu taukeh tadi “upuk-upuk” belakang saya dan berulang kali minta maaf dan hingga sekarang taukeh kaling itu cukup mesra dengan saya dan demikian juga kalau di kedai cina hubungan baik dengan pelanggan selalu mereka jaga dan perhatikan beda dengan bangsa kita.

Fikirkanlah dan mungkin ada lagi kelemahan bangsa kita yang menyebabkan pelanggan lari dan tak mahu makan atau membeli di kedai bangsa kita.



No comments:

Post a Comment